Sumatera Utara

 

Back to Indonesia

 

Propinsi Sumatera Utara

Oostkust van Sumatra

Negara Sumatera Timur

Deli

 Langkat

Army

Police

 

 

I. PROPINSI SUMATERA UTARA

 

Sumatera Utara (Northen Sumatra) is an Indonesian province since 1950.

 

The arms of the province are:

 

Arms: A landscape showing a mountainridge, works and a sea-port and a shore in base, all proper, in chief a five-pointed star Or and in the middle an eight-pointed shield Argent divided per saltire and with a medallion in the middle all with lines Azure: in chief a tree, in the dexter a leaf, in the sinister a rubber tree, in base a fish and on the medallion a woman planting padi.

Supporter: A Hand of Justice supporting the shield with a chain.

Garland: An ear of rice pf 45 grains, a branch of cotton of 17 flowers and two leaves

Title: SUMATERA UTARA in black lettering on a yellow ribbon.

 

In the arms the landscape refers to the mountains, the river, industry and sea-port. The five-pointed star is for the Pancasila or the five principles of the state. On the escutcheon in the middle are the symbols for the oil-palm groves, the tobacco culture, the rubber culture and the fishery and in the middle for rice-culture.

 

The garland and the eight points of the escutcheon symbolize the date of the proclamation of the Republic Indonesia  on 17 August 1945.

 

The decree (in bahasa) adopting the arms reads as follows:

 

 

LEMBARAN DAERAH PROPINSI

SUMATERA UTARA

NO. 44/THN. 1969

 

PERATURAN DAERAH PROPINSI SUMATERA UTARA

No. 6 TAHUN 1969

 

 

(Kpts. DPRD-GR Prop Sum. Utara No. 14/K/1969 tanggal 2-7-1969)

 

DEWANPERWAKILAN RAKJAT DAERAH GOTONG ROJONG

PROPINSI SUMATERA UTARA:

 

Menetapkan: PERATURAN DAERAH PROPINSI SUMATERA UTARA TENTANG LAMBANG DAERAH PROPINSI SUMATERA UTARA

 

 

Pasal 1.

 

Lambang Daerah Propinsi Sumatera Utara berbentuk londjong terbagi atas tiga hagian jaitu.

 

1.    Perisai berbentuk djantung jang digari ing dengann rantai pada kepalan tangan diatas tongkat jang diatjunkan keatas

Didalam perisai terdapat bermardjam-matjam lukisan jailu bintang bersudut lima, bukit barisan jang berpuntjak lima, pelabuhan pabrik dan ditengah perisai terda pat sarang laba-laba bersudut delapan dimana didalamaja terdapat pohon sawit, pohon karet, ikan, daun tembaku dan ditengah-tengahnja seorang ibu jang sedang menanam padi.

2.    Tulisan “SUMATERA UTARA” didalam pita jang menundjukan daerah Propinsi Sumatera Utara, letaknja dibagian bawah dari perisal.

3.    Setangkai padi jang berbutir 45 buah dan setangkai bunga kapas jang berkuntum 17 buah masing-masing bersama-sam sehelai daun padi dilukis melengkung melingkari parisai mulai dan kedua udjang pita dimaksud pada ajat 2 diatas hingga hampir menijapai kepalan tangan.

 

Pasal 2

(1). Pengertian warna

 

1. Tjoklat

2. Kuning

3. Hitam

4. Biru

5. Hidjau

6. Putih

7. Abu-abu

8. Merah

 

melambangkan

-„-

-„-

-„-

-„-

-„-

-„-

-„-

 

Kepribadian

Kemakmuran/Kebaahgiaan

Ketegasan, Tjepat dan Tepat

Kesetiaan

Kesehuran

Kesutjian

Ketabahan/Kesabaran

Keberanian

 

(2). Penempatan warna

 

1. Kepalan tangan

2. Rantai, Bintang bersudut lima, padi, Pita kapas dan Ukiran tongkat

3. Tongkat Garis sarang laba laba sebelah luar, dan Pinggir perisal sebelah dalam

4. Langit, Laut, Garis-garis sudut sarang Laba-laba semerah dalam

5. Bukit Barisan, Rumput, Daun Padi, Klopak kapas

6. Kapas,           sap, Ruangan        sarang laba-laba

7. Pakaian seorang ibu dan Ikan

8. Pinggir perisal sebelah luar

 

=  tjoklat

=  kuning emas

=  hitam

=  biru

=  hidjau lumut

=  putih

=  abu-abu

=  merah

 

Pasal 3

 

Perbandingan ukuran serta warna Lambang Daerah adalah sesuaj dengan gambar tersebut padu pasal 9, sedang warna dasarnja adalah warna hidjau mad.

 

Pasal 4

 

Kepalan tangan jang datjungkan kratas dengan mengganggam rantai perisainja melambangkan kebulatan tekad perdjuangan rakjat Propinsi Sumatera Utara melawan Imperialisme/Kolonialisme, feodalisme dan komunisme.

 

Pasal 5

 

Bintang bersudut lima, Peridsan dan rantai melambangkan kesatuan didalam membela dan mempertahankan Pantjasila.

 

Pasal 6

 

Pabrik, Pelabuhan, Pohon karet, Pohon sawit, Daun tembaku, Ikan, Daun di dan Tulisan “SUMATERA UTARA” melambangkan daerah jang   indah p     Masi ur dengan k kajaan alamnja jang melimpah-limpah.

 

Pasal 7

 

Tudjubelas kuntum kapas, delapan sudut sarang laba-laba dan empatpuluh lima butir padi     enggambarkan tanggal, bulan dan tahun Kemerdekaan dimana tiga tiga ini berikut tongkat dibawah kepalau tangan melambangkan watak kebuajaan jang mentjetningkan kebesaran bangsa patriotisme pentjinta kendaan dan pembe     keadilan.

 

Pasal 8

 

Bukit Barisan jang berpuntjak limamelambangkan dala kemasjatebatan jang benkepribadian juhur, bersemangan Persatuan Kegotong-rojongan jang.

 

Pasal 9

 

Pengunaan dan pemakkajan Lambang Daerah Propinsi Sumatera Utara   alah sebegai tertjantum dalam gambar Lambang Daerah Propinsi Sumatera Utara terimpair pada Peraturan Daerah ini.

 

Pasal 10

 

Pengunaan dan pemakajan Lambang Daerah Propinsi Sumatera Utara datut tersendiri dalam Peraturan Daerah.

 

Pasal 11

 

Hal-hal jang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini akan diatur      elandjut      dengan surat keputusan Gubernur Kepala Daerah Propinsi Sumatera Utara.

 

Pasal 12

 

Peraturan Daerah ini disebut: “PERATURAN DAERAH PROPINSI SUMATERA UTARA TENTANG LAMBANG DAERAH”.

 

Pasal 13

 

Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada hari pertaina sesudah per          nja dalam Lembaran Daerah Propinsi Sumatera Utara.

 

Medan: 2 Djuli 1969

 

DEWAN PERWAKILAN RAKJAT DAERAH

GOTONG ROJONG PROPINSI SUMATERA UTARA

 

KETUA

 

 (J.H. HUTAURUK)

 

GUBERNUR KEPALA DAERAH PROPINSI

SUMATERA UTARA

(MARAH HALIM)

 

Diyahkan dengan surat keputusan Mentiri Dalam Negeri tanggal 4-9-1969 n° Pemda 10/22/2-239 dap diundang kan dalam Lembaran Daerah Propinsi Sumatera Utara tanggal 20-4-1969 n° 44 tahun 1969.

 

 

II. GOUVERNEMENT OOSTKUST VAN SUMATRA

 

1. Deli* en Serdang; 2 Langkat*; 3. Asahan; 4. Simeloengoen en Karolanden.

 

MEDAN

 

Medan, since 1886 the seat of the Head of the Region of the East-Coast of Sumatera (Oostkust van Sumatra) is the centre of the Deli-tobacco. To the tobacco culture  which started about 1865  Deli owes its prosperity and Medan its rise.

           

Arms: Or, a planted tobacco-tree proper, its blossoms Argent.

Crown: A crown of three leaves and two pearls.

Supporters: Two lions proper.

Motto: EFFLORESCENS E PLANITE”, in black latin script on a white ribbon.[1]

 

The motto means: “Flowering from the plain”, referring to the fact that the city rose from the former plain.

 

III. NEGARA SUMATERA TIMUR

 

On 8 October 1947 the former Government of the East-Coast of Sumatra e the autonomous territory East-Sumatra. (Daerah Istimewa Sumatara Timur) was established. On the next 25 December the autonmous territory was made the State of East-Sumatra (Negara Sumatera Timur).  When the Republik Indonesia Serikat was liquidated this state was liquidated too. Today the territory is an Indonesian province with the name Northern Sumatra (Sumatera Utara)

 

NEGARA SUMATERA TIMUR

25.XII.1947-17.VIII.1950

 

The flag of the State of Eastern Sumatra consisted of three breadths yellow, white and green, the colors of the arms of Medan. The colors symbolize Greatness, Peace and Prosperity. [2] In the emblem of the state the tobacco-plant from the arms of Medan returned in the form of tobacco-leaves.

 

 

Flag: Three breadths yellow, white and green

 

 

Emblem: Three sirih-leaves surrounded by a garland of tualang-leaves Argent

 

The section about this emblem in the “Warta Rasmi Negara Sumatera Timur 1949 No. 68, 14/20 december 1949” reads:

 

Het embleem van de Negara Sumatera Timur wordt gevormd door een tak met drie sirihbladeren omkranst door tualangbladeren.

(“The emblem of the Negara Sumatera Timur consists of a branch of three leaves of sirih, surrounded by leaves of tualang[3])

 

Standard of the Wali Negara

 

On the standard of the Wali Negara (president) published in W.R. NST of 1949 No 69, 14/20 december 1949,  the white emblem is in the middle of the yellow and green flag.

 

DELI

 

For the history and sultans of Deli see: Royal Ark (Deli)

 

Rulers of Deli

Yang di-Pertuan of Aru

Muhammad Hisam

. 1632 - 1653

Tuanku Panglima of Deli

Parunggit

1653 - 1698

Paderap

1698 - 1728

Amir of Deli

Gandar Wahid

1728 - 1761

Sultan of Deli

'Amal ud-din I

1761 - 1824

Usman

1824 - 1857

'Amal

1857 - 1873

Ma'amun al-Rashid

1873 - 1924

'Amal II

1924 - 1945

Otteman II

1945 - 1967

'Azmi

1967 - 1998

Otteman III

1998 - 2005

Mahmud Arfa Lamanjiji

2005-present

 

 

Achievement of Ma'amun al-Rashid (1873-1924)

On the Istana Maimun, Medan, built 1888.

 

A.: Azure, a ceremonial staff compony of ten sable and argent per bend sin., in d. chief a gamelan instrument and in s. base a sirih-case ppr. .

Crown: A crown with five mullets and leaves, on top another mullet and a red velvet cap.

Supporters: a. Two pajong of three open umbrellas, Or and Yellow; b. Two yellow flags with a keris per fess, hilt and two golden mullets at the mast-end Or. c. A garland of palm-leaves; d. 8 keris.

M.: In black lettering on a ribbon Azure.

 

Achievement of 'Amal ud-din II (1924-1945) [4]

 

The same achievement as before but two tobacco-plants instead of the palm-leaves and the motto on a yellow ribbon.

 

LANGKAT

 

For the history and sultans of Langkat see: Royal Ark (Langkat).

 

Rulers of Langkat

Sultans

Haji Musa

1840 - 1893

'Abdu'l 'Aziz

1893 - 1927

Mahmud

1927 - 1948

Heads of the Royal House

Atha'ar

1948 - 1990

Mustafa Kamal Pasha

1990 - 1999

Herman Shah

1999 - 2001

Sultans

Iskandar Hilali

2001 - 2003

Azwar

2003-present

 

 

The Achievement of Abdul Aziz Djalil Rachmat Sjah (1893 -1927) [5]

 

Arms: Gules, a five-pointed star Or.

Crest: The sultans headgear, White and Or.

Supporters: Two naga Gules

Garland: Leaves of Tualang ppr.

Motto: He who is at peace with Allah will find peace in Allah, in white lettering on a ribbon Azure.

 

 

Seal, 1910  [6]

 

ARMED FORCES

 

Army

Police

 

 

 

Today North Sumatera is controlled by TNI

Kodam I/Bukit Barisan

 

 

Back to Main Page

© Hubert de Vries 2006.07.05

Updated 2010.09.12 / 2010-09-20 / 2011-03-03



[1] ) Gouvernements-besluit 1932 No. 20.

[2] ) According to  Rühl 1950. This is confirmed by a letter from Mr. Van de Velde, Governmental counsellor for Political Affairs on Sumatra to the Lieutenant Governor General Van Mook dd. 27 Februari 1948: “Tenslotte verdient vermelding dat op de raadszitting op 29 Januari 1948 de vlag der Negara werd vastgesteld, bestaande uit drie horizontale banen van geel, wit en groen. Met deze kleuren wenst men te symboliseren Grootheid, Rust en Welvaart.” From: Drooglever, P.J.: Officiele bescheiden betreffende de Nederlands-Indonesische betrekkingen 1945-1950, deel 13 (20 februari – 4 juni 1948), p. 78. This source can be found on the site of the  Instituut Nederlandse Geschiedenis: http://www.inghist.nl

[3] ) The word “tualang” means “the adventure” in bahasa.

[4] ) K.I.T. Amsterdam, Fotoarch. n° 439/76 (neg. 268/6). Date: 8.XII.1937. In the same collection. two other versions one with the shield Vert and the other with the keris and swords in a different position. N°s 439/75 & 75.

[5]) K.I.T. Collectie Serie 4966-1 (ingekomen 11-IX-1985): “Wapens van Z.H. de Sultan van Langkat”. Gouache op karton, 65 x 46,5 cm. Ontvangen in december 1937. Zie brief nr. 1606/37 bestuursdossier.

[6] ) Kuyper, J.: De Heraldiek in Bouwkunst en Aanverwante Vakken. 1910. (Picture of the seal)